Teruntuk kalian yang ingin
berkata sesuatu kepada saya, tapi kalian terlalu takut untuk mengungkapkannya.
Kalian pasti marah, kesal,
atau mungkin sudah mulai tidak respek terhadap saya karena saya terlalu
“menguasai” sesuatu yang kalian juga pasti butuhkan.
Pertama, saya ingin meminta
maaf kepada kalian semua karena saya sudah merebut hak kalian yang juga hak
teman-teman lainnya. Saya tidak bisa menikmati kemewahan tersebut di rumah maka
saya lampiaskan “kenorakan” saya di sekolah. Dan, pada saat ini saya memang
tidak bisa mengontrol segala candunya. Saya mengakui.
Namun, sejujurnya saya
merasa kecewa dengan kalian. Apa kalian takut saya akan mengamuk lalu
menyalahkan apapun dan siapapun karena kata-kata kalian terlalu menyakiti
perasaan saya? Apa kalian takut saya akan memusuhi kalian setelahnya? Apa
kalian takut saya akan berkata, “Lah, suka-suka saya,” dan mengacuhkan kalian
begitu saja?
Saya bukan tipikal orang
yang seperti itu.
Walaupun saya bisa dibilang
cukup sensitif dan terlalu dibawa perasaan, saya justru lebih senang apabila
ditegur di depan. Bukan berarti kalian bebas membentak di hadapan umum, ya.
Maksudnya, kalian tinggal katakan apa kesalahan saya secara langsung. Insya Allah saya bisa memperbaiki diri.
Daripada kalian membicarakan di belakang, mana bisa saya tahu salah saya apa.
Mungkin saja kalian tetap
menyalahkan saya dan merutuk dalam hati, “Ah, kamunya aja yang gak bisa peka
sama situasi.” Silakan. Memang saya masih belajar membaca kondisi sekitar, tapi
saya tidak sepenuhnya bodo amat.
Terakhir, terima kasih
kalian sudah berkeluh kesah melalui sahabat saya. Berkat dia, saya sudah tahu
di mana letak kesalahan saya selama ini.
0 komentar:
Posting Komentar